Terapi Ala Religi

MISTIK, SIHIR, DAN GANGGUAN JIN
KUPAS FENOMENA,
CARA MEMBENTENGI DIRI DAN TERAPI SECARA ISLAMI*

Oleh:UstadzFadhlanAdhamHasyim,Lc


Banyak sekali gangguan syailhan (jin kafir atau fasik) tcrhadap ariak Adam. Bisa dari luar jasad dan bisa langsung merasuk ke dalam jasad. Sebagian jin mampu menampakkan diri, melakukan gangguan dengan suara, aroma, gerakan yang menunjukkan adanya kekuatan pada suatu tempat, dan ada juga gangguan fisik seperti sakit pada bagian tertentu atau mempengaruhi jiwa manusia.
Memang, syaithan dan pengikutnya adalah musuh bagi kita ummat manusia, terlebih-lebih bagi orang yang beriman. Namun mereka tidak tampak oleh kita, sedangkan mereka bisa selalu melihat kita Senjata utama mereka adalah bisikan, rayuan, daya tank, sihir, kesombongan, tipu daya bagi manusia agar mengikuti langkah-langkahnya dan agar ia jauh dari agama Allah.


KEKUATAN IMAN
Allah memberikan petunjuk bagi kita dalam melawan gangguan syaithan dengan cara berlindung kepada Allah dari kejahatan mereka. Maka berlindung kepada Allah adalah perisai yang kokoh dan sekaligi.s senjata ampuh bagi seorang mukmin dalam menghadapi syaithan. Sesungguhnya rombongan syaithan pernah mendatangi Rosulullah saw, pada suatu malam, mereka irmncul dari berbagai lembah dan lorong, dfantara mereka ada yang membawa obor api untuk membakar wajah Nabi yang mulia. Maka Jibril datang kepadanya dan berkata: “Wahai Muhammad, katakan!” Beliau menjawab: “Apa yang meski aku katakan?” Jibril mejawab: ” Katakanlah:

Aku berlindung degan kalimat-kalimat Allah yang tidak akan dilampaui oleh siapapun yang baik ataupun yang jahat, dari kejahatan makhluk-Nya yang Dia ciptakan, Dia buat, dan Dia jadikan, dan dari kejahatan yang turun dari langit ataupun yang naik ke sana, dan dari kejahtan yang keluar dari bumi ataupun yang turun kc sana, dan dari kejahatan fitnah malam dan siang, dan dari kejaliatan setiap pendatang yang tiba, kecuali pendatang yang tiba dengan membawa kebaikan, wahai Dzat Yang Maha Kasih-sayang!”
Ketika Rasulullah saw, beristi’adzah dengan kalimat itu, padamlah obor api yang dibawaoleh syaithan-syaithan jahat dari golongan jin itu, dan musnahlah mereka. (lihat Majmu’ah Fatawa Ibnu Tairniyah juzlhal.169).
Perlindungan yang sejati adalah kctika kita selalu mendekatkan diri kepada Allah dengan amal shaleh dan menjalin komunikasi yang hnrnionis dcngan Allah. Hal itu melalui ibadah yang benar, dzikiryang benar, do’a yang khusyu’ dan banyak membaca kitabullah dcngan tadabbur. Orang yang tampaknya banyak berdzikir, banyak berdo’a dan membaca Al Qur’an, sementara perbuatan maksiyatnya jalan terus, maka ia bukanlah orang yang dekat kepada Allah, telapi ia lebih dekat kepada syaithan.
Disampaikan daJara acara Ceramah & Dialog Interaktif Pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Yogyakarta, Ahad, 27 Juli 2003 di Yogyakarta.
FENOMENA MISTIK DI MASYARAKAT KITA

Ada banyak orang menjaga diri dari godaan syaithan dengan mengikuti cara-cara musyrik tanpa mereka sadari, mereka mengandalkan benda-benda jimat (tamimah) sebagai tumbal (penjaga keselamatan) dalam berbagai bentuk dan rupa seperti: gelang, cinciii, kalung, sabuk, potongan kayu, potongan kulit binatang, taring babi, bawang jantan, miica (lada), bungkusan kemenyan, rokok cerutu, batu akik, batu kali, kerang laut, tanah kuburan, potongan kain kafan, bolpen, korek api dan sebagainya yang berasal dari dukun (kahin) ataupun diperoleh dari tempat-tempat yang dianggapnya keramat Ini pada umumnya dipakai oleh orang-orang yang jauh dari agama. Ketika mereka merujuk ke dukun-dukun untuk menyelesaikan masalahnya, ternyata tidak selesai. Bahkan ada yang sampaiharusmenebusjimat-jimat itu dengan harga jutaan rupiah. Maka berkat hidayah dari Allah, setelah mereka berkonsultasi kepada saya, mereka rela menyerahkan benda-benda tersebut kepada saya dan langsung saya musnahkan dengan membakarnya. Kemudian mereka bertaubat kepada Allah ta’ala.

Sedangkan banyak juga dari kalangan kaum muslimin yang rajin menjalankan shalat, atau bisa dibilang ‘taat beragama’, tetapi mereka terjerumus dalam kemusyrikan, tanpa mereka sadari juga. Mereka dalam menyelesaikan masalahnya, banyak merujuk kepada orang yang dianggap kyai atau wall atau orang yang menggunakan kedok agama untuk melegalisasi kemusyrikannya. Maka mereka mengajarkan ‘sedikit do’a dan amalan agama’ untuk daya pikat dan mengelabuhi ‘sang korban’ kemusyrikannya. Akan tetapi rajah-rajah (aufaq) yang mereka bikin atau sekedar hasil fotokopy dari kitab yang biasa dijadikan rujukan, itulah sebenarnya yang diandalkan dan dijadikan sebagai jimat (‘azimah) yang mereka yakini sebagai sarana untuk mendatangkan kebaikan atau menolak mara-bahaya. Katanya benda-benda itu hanya sebagai perantara (wasilah) untuk mendatangkan pertolongan Allah. Mungkin sudah ada ratusan rajah yang dibawaoleh mereka kepada saya saat mereka berkonsultasi. Setelah saya jelaskan hukum syari’atnya, mereka pun puas dan menyerahkan rajah-rajah itu kepada saya. Maka langsung saya buka pembungkusny a dengan gunting atau cutter, kemudian saya keluarkan isinya. Saya temukan, ada yang pakai bahasa Arab dan ada yang dengan bahasa Jawa. Dimanakah letak kemusyrikannya? Tanya seorang pasien dengan serius.
Saya terangkan satu per satu. Di sini teitulis ayat-ayat Al Qur’an (yang kebanyakan tulisannya salah berat), kemudian ada permohonan kepada Allah disertai tawassul dengan haq nama-nama aneh, bukan nama Allah, bukan nama Malaikat, bukan nama Nabi ataupun Ulama Islam. Saya yakin ini adalah nama-nama syaithan. Maka kenapakah rajah semacam ini meski diyakini sebagai beuda yang bisa mendatangkan khasiyat yang dahsyat? Kalau seandainya rajah itu mumi bensikan ayat Al Qur’an saja, maka sebagian besar ulama juga melarangnya untuk mencegah timbulnya dosa syirik atau saddudz dzarf ah (menutup pintu dosa). Apalagi ada yang isinya penggalan ayat-ayat yang diacak-acak susunannya dan ada yang ditulisi nama-nama Malaikat disifati dengan sifat-sifat Allah. Dan tidak sedikit yang digambari simbol-simbol tertentu atau garis-garis, atau angka-angka, hunif-huruf yang dipisah-pisah. Inilah ayat yang haq dicampuri kebathilan. Seperti inikah ajaran Islam? Seperti inikah ajaran ulama’ salaf kita? Saya tegaskan, ini adalah kebathilan! Kemudian saya membaca ayatul Kursi dan saya bakar semua rajah itu, meskipun ada yang bilang bahwa rajah ini anti bakar, tetapi nyatanya habis terbakar semua.
Sedangkan rajah-rajah yang berbahasa Jawa, maka sudah jelas bentuk kemusyrikannya. Karena pemegang atau pembuamya meyakini benda semacsm itu memiliki khasiat tertentu untuk mendatangkan manfaat atau menolak bahaya.
Diantara khasiat yang mereka yakini adalah benda-benda semacam itu dianggapnya: mendatangkan rizqi (penglarisan), mendatangkan keselamatan, menolak musuh, menolak sihir (santet), mengusir syaithan, mendatangkan kewibawaan, menolak penyakit, menolak mara-bahaya, mengundang rasa cinta, memperpanjang jodoh, menambah kecerdasan, menjaga kandungan, dan sebagainya.
Masih banyak lagi fenomena mistik di masyarakat kita. Mereka banyak yang tidak bisa membedakan antara ziyarah kubur yang disunnahkar dan yang dilarang, antara penghormatan kepada wall Allah yang diberi karamah dan kulrus individu, antara air yang dibacakan do’a dan air yang dibacakan mantra, antara karamah dan sihir, antara mimpi dari Allah dan mimpi dari syaithan, antara firasat dan khurafat, antara bantuan dari Allah dan bantuan dari syaithan.

FENOMENA SIHIR DAN GANGGUAN JIN
Secara fisik sulit dibedakan antara orang yang terkena sakit medis dengan orang yangterkena serangan sihir atau gangguan jin. Banyak orang yang terkena penyakit medis tapi dianggap terkena serangan sihir atau gangguan jin, tetapi sebaliknya banyak juga yang terkena serangan sihir atu gangguan jin diterapi secara medis, tentu keduanya tidak membuahkan hasil yang diharapkan. Apalagi apabila tenaga medis dan penerapi tidak tahu yang sebenarnya, maka penyakit bisa semakin parah. Sihir adalah cara syaithan melakukan serangan terhadap manusia atas penntah tukang sihir dengan sarana tertentu, misal: pandangan mata, benda-benda bekas, gerakan-gerakan, mantra-mantra, membayangkan apa yang diinginkan terhadap orang yang dituju, sesaji, melakukan apa yang disyaratkan oleh syaithan dan sebagainya. Orang yang terkena serangan sihir atau gangguan jin juga sulit untuk dibedakan, tetapi melalui proses terapi secara Islami biasanya akan ketahuan. Pada umumnya jin-jin sihir lebih banyak dan lebih kuat dibandingkan jin yang sekedar mengganggu manusia, maka terapinya lebih lama dan dibutuhkan keseriusan penerapi dan keluarga pasien yang mendukungnya.
Macam-macam sihir:
1. Sihir perasaan/kejiwaan.
2. Sihir kekuatan ghaib.
3. Sihir pandangan mata/sulap.
4. Sihir gangguan pada organ tubuh.
5. Sihir penyakit
6. Sihir permusuhan dan perceraian.
7. Sihir ramalan nasib atau keadaan seseorang/benda.
GEJALA-GEJALA GANGGUAN JIN YANG PERNAH DITERAPI:
a. Saat seseorang sedang jaga atau tidak tidur:
1. Badan terasa lemah, malas, berat untuk bergerak tanpa sebab tertentu.
2. Sakit kepala atau bagian tertentu tanpa sebab
3. Ada bagian tubuh bergerak sendiri atau bergetar tanpa sebab.
4. Tersenyum sendiri atau bicara sendiri tanpa sebab.
5. Merasa kantuk ketika membaca Al Qur’an, sholat, atau mendengarkan kebenaran.
6. Bersemangat untuk melakukan hal-hal yang maksiyat atau tidak berguna.
7. Munculnya kedutan di bagian anggota tertentu.
8. Munculnya emosi yang sulit dikendalikan.
9. Munculnya rasa benci atau ketakutan ketika berhadapan dengan orang shaleh.

10. Berat untuk melakukan kebaikan dan ketaatan.
11. Banyak menghayal dan melamun.
12. Banyak lalai dari peringafcin Allah.
13. Makan banyak tidak merasa kenyang.
14. Tidak makan lama tetapi fisik kuat sekali.
15. Munculnya kekuatan di luar kemampuan manusia.
16. Terjadi kesurupan.
17. Melakukan gerakan-gerakan binatang tanpa disadari.
18. Sering melihat jin atau punya kepekaan di tangan ketika ada jin di sekitarnya.
19. Muncuhiya was-was, ragu-ragu saat bersuci, sholat atau membaca doa sehingga lama sekali
selesainya.
20. Sering kentut, buang air ketika mengikuti sholat berjamaah.
21. Ada getaran, sernutan, atau rasa panas, dingin, berdebai; sesak nafas ketika membaca Al
Qur’an atau saat berdzikir dengan khusyu.
b. Saat tidur :
1. Sulit untuk tidur tanpa sebab, Terlalu banyak tidur dan mengantuk terus.
2. Sering tindihan bukan karena darah rendah.
3. Mengigau saat tidur dengan kata-kata kotor atau tidak jelas maknanya, Melakukan gerakan aneh saat tidur dan Melakukan gerakan mengunyah dengan keras sehingga gigi-gigi beradu.
4. Bermimpi buruk, seperti: melihat binatang atau makhluk aneh, mau jatuh, berada di tempat yang
menyeramkan atau menjijikkan, dikejar-kejar musuh, berbuat maksiyat dsb.
5. Mimpi yang bersambung, atau berulang dan sama, padahal tidurnya sudah terputus dengan
bangun atau menjalankan aktiiitas lain.
9. Mimpi ditemui jin yang mengaku dirinya sebagai arwah orang tertentu.
10. Dipindahkan ke tempat lain saat tidur, tanpa berjalan sendiri. Dan diganggu dengan cekikan di leher, digelikitik, ditendang, dan sebagainya
TERAPI SERANGAN SIHIR DAN GANGGUAN JIN

Tefapi Serangan Sihir dan Gangguari Jinlecara Islami adalah dengan Ruqyah Syar’iyah dan Do’a, ia hanya sebuah sarana untuk membantu anda bermujahadah dalam mendekatkan diri kepada Allah dengan membaca atau mendengarkan Al Qur’an dan do ‘a. Dampak langsungnya adalah penyerangan terhadap syaitlian yang ada dalam diri kita atau stkitar kita, sehingga syaithan semakin lemah dan kita terbebas dari godaannya dengan pertolorigan Allah. Meskipun prosesnya membutuhkan kesungguhan dan waktu yang relatif panjang. Disamping itu, pasien yang merasakan gangguan jin atau serangan sihir bisa melakukan serangan fisik pada bagian yang dia rasakan dengan cara memukul atau memijat dengan keras.
PENGARUH RUQYAH DAN DO’A:
Ruqyah (jarnpi atau mantra) dalam pandangan syari’at ada 2 macam:
Pertama, Ruqyah Syar’iyyah (yang dibolehkan oleh syari’at) dengan 3 syarat, yaitu: Dengan ayat Al Qur’an atau Hadits Shahih, tanpa mengubah susunan kalimatnya, dengan bahasa Arab yang fasih, dibaca dengan jelas, sehingga tidak berubah dari maknanya yang asli. Sebab mengubah susunan kalimat Al Qur’an adalah perbuatan kufur.
Ruqyah bisa dibacakan oleh setiap orang yang shaleh, tidak harus orang tertentu yang membacakannya, sehingga tidak mengkultuskan orang yang bisa meruqyah. Lebih baik meruqyah diri sendiri, sehingga akan memperkuat keyakinannya terhadap kebenaran ayat Allah.
Kita meyakim bahwa ruqyah hanyalah sarana mendekatkan dfri kepada Allah, ia tidak memiliki pengaruh dengan sendirinya kecuali dengan izin Allah.
Kedua, Ruqyah Syirkiyyah yaitu ruqyah yang bertentangan dengan syari’at. Misahiya ayat Al Qur’an dibaca dari huruf terakhir, atau mantra-mantra dengan mengagungkan nama-nama syaithan, atau jampi-jampi buatan seseorang dengan bahasa tertentu, atau dengan bahasa yang tidak jelas. Ada orang yang meyakini bahwa mantra yang dibaca itu adalah mantra sakti yang diperoleh dengan syarat-syarat khusus, dan tidak boleh diajarkan kepada sembarang orang. Inilah mantra syirik yang dibaca hanya untuk mendatangkan bantuan syaithan dan menjauhkan diri dari Allah.
Ketika kita melakukan Ruqyah dan Do’a dengan ikhlash dan benar, maka hal itu sebagai terapi bagi orang yang terkena gangguan syaithan, dan sebagai perlindungan terhadap dirinya dari godaan syaithan dengan kalimat-kalimat Allali. Sedangkan Ruqyah dan Do’ a bagi orang yang bebas dari gangguan syaithan, maka hal itu sebagai sarana penguat imannya dan refreshing bagi rohaninya.
KEISTIMEWAAN RUQYAH SYAR’IYYAH:
1. Melakukan Ruqyah Syar’iyyah berarti menghidupkan sunnah Rasulullah SAW yang saat ini tengah mati atau hampir tidak dikenal.
2. Ketika kita melakukan Ruqyah dan Do’ a dengan ikhlash dan benar, maka hal itu sebagai terapi bagi orang yang terkena gangguan syaithan, dan sebagai perlindungan terhadap dirinya dari gangguan syaithan-syaithan jin dan manusia dengan kalimat-kalimat Allah. Sekaligus sebagai senjata yang ampuh untuk melawan mereka.
3. Ruqyah Syar’iyyah adalah pembacaan ayat dan doa, maka ini adalah ibadah yang besar sekali keutamaannya di sisi Allah, besar pahalanya, lebih cepat terkabulkannya, meskipun tidak harus seketika.Sesuai dengan kesiapan penerapi dan yang diterapi.
4. Ruqyah Syar’iyyah adalah bukti pengaduan seorang hamba yang hina dan lemah kepada Al Khaliq Yang Maha Agung dan Perkasa, dan inilah hakekat makna pengabdian dirinya kepada Allah.
5. Ruqyah Syar’iyyah bagi orang yang terbebas dari gangguan syaithan, maka hal itu sebagai sarana penguat benteng keimanannya dan refreshing bagi rohaninya. Sebagaimana Rasulullah
PERSIAPAN SEBELUM RUQYAH:
Ruqyah dan Do ‘a untuk tujuan terapi terhadap pasien yang terkena serangan sihir atau gangguan jin
dibutuhkan persiapan-persiapan sebagai berikul:
1. Bertaubat kepada Allah dari segala dosa, terutama:
• dosa syirik: percaya kepada ilmu-ilmu kebatinan, mempercayai benda-benda keramat sebagai penyimpan kekuatan ghaib, melakukan bentuk pengabdian kepada selain Allah, menggunakan jimat dan sebagainya.
• dosa bid’ ah : melakukan ibadah yang tidak ada ajarannya dalam Islam, atau emninggalkan kewajiban
Islam dengan sengaja.
• dosa khurafat : mempercayai ramalan nasib, mempercayai adanya ruh orang mati yang gentayangan, menghubung-hubungkan peristiwa di alam dengan nasib, dan sebagainya.
• dosa nafsu yang kotor: kemaksiatan kemaluan, dosa lisan, nafsu kekuasaan, gandrung kepada keduniaan, merampas hak-hak orang lain, kebiasaan berhura-hura, menghambur-hamburkan harta, menyia-nyiakan waktu, menterlantarkan hak orang lain, dan sebagainya
Bertaubat adalah dengan memenuhi tiga syarat: menyesali perbuatan itu, menjauhi perbuatan itu, dan menindak-lanjuti perbuatan itu dengan kebaikan. Sedangkan yang berususan dengan hak orang lain, maka berusaha mengembalikan hak itu kepada pemiliknya.

2. Banyak membaca atau dibacakan ayat-ayat perlindungan dan do’a: Al Fatihah, ayat kursi, dua ayat
terakhir dari Surat Al Baqarah, surat Al Ikhlash, Al Falaq, dan An Nas.
3. Menghancurkan patung-patung yang di rumah atau di luar ramah, membakar gambar-gambar yang menampakkan aurat, atau gambar binatang yang dipajang, kecuali boneka yang dipakai untuk mainan anak-anak, atau alat peraga pendidikan.
4. Membakar atau menghinakan segala bentuk benda-benda yang peniah diyakini sebagai penyimpan kekuatan ghaib/magis, seperti: jimat, rajah, pusaka sakti, batu akik, benda ajian, dan sebagainya. Apabila saat akan membakarnya muncul rasa takut, khawatir, atau ragu-ragu, maka bacalah ayat Kursi secara tartil dengan suara yang keras sambil membakar benda-benda kemusyrikan itu atau meludahinya beberapa kali, ftulah syaithan yang mulai menggoda karena sudah tahu akan dihancurkan sarana penyesatannya terhadap umat manusia. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya tipu daya syaithan itu lemah.
5. Berwudhulah dengan sebaik-baiknya, kemudian shalatlah dua rakaat ba’dal wudhu\ dan berdo’alah untuk memohon petunjuk dan kemudahan urusan anda.
6. Orang yang akan diterapi sebaiknya berwudhu’ atau kalu tidak bisa berwudhu, maka ia diwudhu’kan, kemudian ia dipersilahkan berbaring dan letakkan mushhaf Al Qur’an di atas dadanya dan di atas kedua pelupuk matanya.
7. Mintalah bantuan orang sholeh untuk memegang kedua kakinya dengan banyak berdzikir atau membaca ruqyah.
8. Arahkan suara bacaan Ruqyah dan Do ‘a pada telinga kanan atau pada kedua telinganya dengan suara keras dan agar didengarkan dengan khusyu’.
9. Apabila terjadi reaksi, apapun reaksinya jangan takut! Sesungguhnya tipu daya syaithan itu lemah. Pukullah bagian yang timbul reaksi dengan cara yang tidak begitu menyakitkan pasien. Itu pertanda syaithan dalam tubuhnya mulai terserang dengan ayat-ayat Allah dan do’ a yang didengarkan oleh pasien itu.

Ketika Anda melakukan terapi dengan cara Islam i, sesungguhnya Anda telah melakukan serangan dahsyat terhadap syaithan dengan kekuatan iman. Maka jika ada serangan balik dari syaithan, janganlah Anda mcninggalkan cara Islam! atau Anda mcragukannya. Karena terapi ini pada hakekatnya adalah mujahadah mclawan syaithan dengan memohon perlindungan kepada Allah semata.
Sedangkan oara-cara lain (yang tidak Islami) hanyalah meminta bantuan kepada syaithan untuk mengusir syaithan dengan lain. Jika orang ilu scmbuh, maka sebenarnya ia telah menjual aqidahnya untuk mendapatkan kesembuhan itu, dan ini merupakan musibah besar dalam agamanya. Jika tidak sembuh, iapun lebih sesat dan Icbih parah dari pda kondisi scbclumnya, dan biasanya mendorong untuk berobat dengan cara-cara musyrik yang sejenisnya sampai akhir hayatnya, atau sampai mendapatkan petunjuk dari Allah sehingga kemudian ia bertaubat.
Ketika gangguan syaithan telah hilang meskipun secara berangsur-angsur, maka bersyukurlah kepada Allah dengan sujud syukur. Karena hanya atas pertolongan Allah dan hidayah-Nya, Anda bisa menemukan terapi yang Islami dan Anda sembuh. Sekiranya tidak ada hidayah Allah, kemudian dibantu Saudara seiman, niscaya Anda tetap menderita atau sesat dari jalan Allah. Maka berterima-kasihlah kepada orang yang telah melakukan terapi bagi Anda dengan Ruqyah dan Do’a, dan berikanlah hadiah yang membahagiakan untuknya sesuai dengan kemampuan Anda, jika anda tidak mampu, maka ucapkanlah:
“Anda telah berbuat baik, terima kasih banyak kepadamu. Semoga Allah membalasmu dengan yang lebih baik.”
Untuk melakukan terapi dengan Ruqyah sendiri, cukup mendengarkan kaset ini di waktu pagi dan di waktu petang, atau pkda saat terjadi gangguan. Sedangkan untuk penjagaan diri, bisa didengarkan saat menjelang tidur malam.
PENANGANAN SAAT TERJADI REAKSI:
Apabila pada bagian tub/ih g^metar, panas, kepala pusing, sesak nafas, jantung berdebar, seluruh tulang terasa linu, ada sesuatu yang berjalan melalui peredaran darah, atau mau muntah dan batuk-batuk tanpa ada yang tampak keluar, maka tepuklah dengan keras bagian-bagian tersebut.
Apabila berontak dnn meronta-ronta kesakitan, atau menangis keras, tetaplah dibacakan atau mendengarkan kaset Ruqyah dan Do’a, kemudian kalau masih meronta-ronta, bacakan ayat berikut ini beberapa kali:

\
Ajaklah jin yang berada dalam tubuh untuk berbicara, tanyakan agamanya, kalau ia beragama Islam, maka suruh dia keluar demi taat kepada Allah, karena jin dan manusia hanya dicipatakan untuk taat dan mengabdi kepada Allah. Sedangkan jin yang masuk ke dalam tubuh manusia -apapun alasannya- adalah penjajahan dan kezhaliman. Kalau ia menentang dan membantah, bacakan:
Apabila ia jin kafir, atau beragama non Islam, maka ajaklah ia masuk Islam dengan cara yang bijak. Apabila ia menentang, maka bacakan:
Apabila ia jin Nashrani, maka bacakan:
Kemudian ajaklah ia masuk Islam, dan perintahkan ia untuk keluar demi taat kepada Allah.
Jin keluar dengan ditandai hilangnya reaksi dan gangguan yang selama ini muncul, kalau masih ada, lakukan berulang- kali sampai terapi selesai. Anda jangan merasa bangga saat berhasil, karena hakekat proses keluarnya jin itu adalah karena kekuasaan Allah, sedangkan kita hanya memohon perlindungan kepada-Nya dengan Kalamullah dan do’a.
Peringatan!
Jangan sekali-kali percaya terhadap omongan jin, dan jangan bcrtanya kepadanya hal-hal yang ghaib, karena di sirulah pinru khurafat dan kemusyrikan.
CARA MEMBENTENGI DIRI SECARA ISLAMY:
1. Tegakkanlah sholat lima waktu dengan berjama’ah di masjid.
2. Setelah shalat shubuh dan maghrib membaca:
Tidak ada tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya seluruh kekuasaan dan segala puji, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. (100 kali)
3. Sebelum tidur malam, lakukanlah :
• Berwudhulah dengan sempurna.
• Laksanakanlah shalat Witir 3 rakaat.
Bersihkan tempat tidur dengan sapu lidi atau yang lainnya sebelum anda naik.
• Bacalah Ayatul Kursi dan dua ayat akhir Al Baqarah.
• Kemudian baccilah Surat Al Kafirun, sebagai pembebasan diri dari syirik.
• Kumpulkan kedua telapak tanganmu di depan mulut, lalu tiuplah dan bacakan surat Al Ikhlash, An Naas, Al Falaq, lalu usapkan kedua telapak tangan Anda ke seluruh tubuh anda Lakukan hal ini sebanyak tiga kali.
• Berbaringlah miring ke kanan, lalu bacalah do’a :
»
“Dengan Nama-Mu Ya Allah, aku hidup dan aku mati.”
“Ya Allah, aku pasrahkan diriku kepada-Mu, dan aku serahkan segala urusanku kepada-Mu, dan aku sandarkan punggungku kepada-Mu karena mengharap dan takut hanya kepada-Mu, tidak ada tempat berlindung dan tempat pengamanan dari-Mu kecuali kepada-Mu. Aku beriman kepada Kitab-Mu yang Engkau turunkan, dan kepada Nabi-Mu yang Engkau utus.”
Dengan Nama-Mu wahai Tuhanku, aku baringkan tubuhku, dan dengan Nama-Mu aku bangkit. Jika Engkau ambil jiwaku maka kasihanilah ia, dan jika Engkau melepasnya maka jagalah ia sebagaimana Engkau menjaga hamba-hamba-Mu yang shaleh.” • Berniatlah untuk bangun malam dan shalat lail/tahaj^ud.
4. Saat bangun tidur, usaplah wajah anda dengan kedua telapak taiigan dan bacaJah do’a.
5. Kuatkan iman dengan mambaca Surat Ali ‘Imran ayai: 190-200 sambil memandang ke langit dengan penuh penghayatan (tadabbur).
6. Tegakkan shalatul Lail delapan raka’at dengan dua rakaat salarn dengan bacaan tartil dan pilihlah surat-surat yang panjang. Kalau belum hafal anda boleh melihat mushaf Al Qur’an.
7. Perbanyaklah istighfar, dzikir, dan do’a di setiap saat, terutama menjelang waktu Shubuh tiba
8. Jagalah kesucian jiwa Anda dengan berwudhu dan menghindari yang haram dari makanan, minuman, harta, ucapan, perilaku, sikap atau perangai.
9. Jagalah keimanan dan agama Anda dengan ilmu syarTah, karena tanpa ilmu syari’ah iman dan agama Anda tidak akan istiqamah.
10. Bacalah dzikir pagi dan petang Al Ma’tsurat yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW.

Ustadz Fadhlan Adham Hasyim,Lc

Baca Selengkapanya Di terapi_islami_ruqyah1

Comments are closed.

%d bloggers like this: